Terungkap, Ini Biaya untuk Tim Baru yang Ingin Gabung F1

Rio Eristiawan, Jurnalis
Selasa 01 Maret 2022 02:12 WIB
Para pembalap F1. (Foto: F1)
Share :

BERLIN – Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, blak-blakan membeberkan biaya yang diperlukan tim untuk bergabung ke F1. Biayanya pun begitu besar.

Wolff mengatakan biaya sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp2,8 triliun harus dilekuarkan tim baru bisa bergabung di Formula One (F1). Pasalnya, Michael Andretti ingin meramaikan F1 dengan kehadiran timnya.

Sejak 2017 hingga saat ini, jumlah tim F1 hanya berjumlah 10 tim saja. Seiring dengan meningkatnya jumlah penggemar F1, membuat banyak pihak mencoba peruntungan untuk memasukan tim baru.

BACA JUGA: Jelang F1 2022, Mobil Scuderia Ferrari Masih Punya Masalah

Sementara itu, Michael Andretti mencoba untuk memasukan timnya ke dalam ajang F1 pada 2024 mendatang. Namun, Wolff menjelaskan biaya yang tak murah untuk sebuah tim baru bergabung ke dalam ajang F1.

BACA JUGA: Ogah Jemawa Ferrari Tampil Ciamik di Tes F1 2022, Charles Leclerc Nilai Tim Rival Belum Unjuk Kemampuan Sesungguhnya

Wolff mengakui Andretti adalah nama besar dalam pasar Amerika, tetapi setiap tim harus membayar lebih untuk bisa masuk dalam F1. Ia menjelaskan Andretti harus membayar 200 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp2,8 triliun, dengan begitu akan membuat F1 menjadi lebih berkembang.

"Ya, Andretti adalah nama besar dan pasar Amerika penting, tetapi setiap tim harus kreatif dan memberi nilai tambah," kata Wolff dilansir dari RN 365, Selasa (1/3/2022).

"Bukan hanya soal membayar 200 juta dolar, tapi juga menunjukkan dapat membawa sesuatu lebih untuk kepentingan semuanya, hanya dengan seperti itu, kami berkembang. Kami adalah puncak mutlak, kami bisa digolongkan seperti Liga Champions atau NFL, dan kami tidak bisa berpikir memberikan franchise tanpa melakukan verifikasi semua hal," ucapnya.

Sementara Wolff tidak mempermasalahkan kehadiran tim baru di F1, tetapi setiap tim akan mengeluarkan uang lebih dari 200 juta dolar. Hal itu dilakukan untuk keseriusan sebuah tim dalam mengikuti ajang F1.

"Jika itu adalah merek nyata dengan orang yang tepat dan uang yang diperlukan. Bukan hanya 200 juta, karena Anda mungkin membutuhkan satu miliar. Jika Anda ingin bermain serius dengan klub sejak awal, tetapi jika Anda melakukannya dan bisa, mengapa tidak?," pungkasnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya