Soal Film Dokumenter Michael Schumacher, sang Putra Ngaku Tak Sanggup untuk Menyaksikannya

Muammar Yahya Herdana, Jurnalis
Selasa 28 Desember 2021 16:03 WIB
Michael Schumacher. (Foto: Reuters)
Share :

BERLIN – Anak legenda Formula 1 (F1) Michael Schumacher, Mick Schumacher, membicarakan soal film dokumenter khusus yang dibuat untuk ayahnya. Dia mengaku tidak sanggup untuk menyaksikan film tersebut.

Sebagaimana diketahui, Michael Schumacher memiliki film dokumenter untuk mengenang kesuksesannya di dunia balap. Sosok Michael Schumacher sendiri memang dikenal sebagai salah satu pembalap paling sukses yang pernah ada di F1.

Bukan tanpa alasan, legenda Ferrari itu telah mencatatkan namanya untuk menjadi juara dunia sebanyak tujuh kali. Catatan juara itu menjadi yang terbanyak sepanjang masa, sebelum akhirnya disamakan oleh Lewis Hamilton pada 2020.

BACA JUGA: Fernando Alonso Percaya Diri Tampil Lebih Baik di 2022

Namun pada akhir 2013, Michael Schumacher harus mendapat cedera parah setelah mengalami kecelakaan ketika bermain ski bersama Mick di pegunungan Alpen. Michael pun dikabarkan harus mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan tersebut.

BACA JUGA: Meski Tak Tampil Gemilang, Charles Leclerc Nilai Ferrari Alami Perkembangan di F1 2021

Mick pun mengetahui bahwa film dokumenter tersebut memiliki makna yang sangat indah. Namun, pembalap Haas tersebut merasa tidak sanggup untuk menonton film tersebut dengan kenangan yang dimilikinya.

“Ini dimaksudkan untuk menunjukkan sisi kemanusiaan ayah saya serta prestasinya. Saya pikir itu sangat-sangat indah,” ungkap Mick, dilansir dari Tuttomotoriweb, Selasa (28/12/2021).

“Pada saat yang sama, sangat sulit bagi saya untuk menontonnya. Ini menunjukkan seberapa banyak perasaan di baliknya dan berapa banyak emosi yang Anda picu,” imbuh pembalap berusia 22 tahun tersebut.

Dengan kesuksesan Michael di ajang F1, Mick pun kerap menjadi bahan pembanding dengan penampilan ayahnya. Mick pun merasa tidak nyaman jika dirinya dibandingkan dengan Michael yang memiliki gaya berbeda.

“Secara umum, saya tidak suka membandingkan diri saya dengan orang lain. Saya lebih suka mencoba untuk pergi dengan cara saya sendiri. Tapi ayah saya berbeda,” jelas Mick.

Bersama Haas, Mick memang belum bisa menunjukkan daya saingnya dengan selalu menjadi salah satu yang terbelakang. Namun seiring berjalannya waktu bukan tidak mungkin baginya untuk melampaui keberhasilan ayahnya di ajang F1.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya