Dominan Bersama Honda di MotoGP, Kenapa Valentino Rossi Pergi pada 2003?

Ramdani Bur, Jurnalis
Jum'at 12 November 2021 09:56 WIB
Valentino Rossi saat bela Honda di ajang MotoGP. (Foto: MotoGP.com)
Share :

VALENTINO Rossi akan menjalani balapan terakhirnya di MotoGP, tepatnya di GP Valencia yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo pada Minggu, 14 November 2021. Dari sekian tim yang pernah dibela Valentino Rossi di MotoGP, Honda bisa dibilang yang paling berkesan.

Sebab, Honda merupakan tim pertama The Doctor –julukan Valentino Rossi– di kelas premier. Valentino Rossi naik ke kelas premier pada 2000 dengan membela Nastro Azzuro Honda.

(Valentino Rossi saat membela Nastro Azzuro Honda)

Saat itu, Nastro Azzurro Honda hanya lah tim satelit Honda. Sementara itu, Repsol Honda yang berstatus tim pabrikan diperkuat duo rider Spanyol, Alex Criville dan Sete Gibernau.

Namun, di luar dugaan Valentino Rossi sanggup mengungguli dua rider pabrikan di atas. Meski gagal menjadi juara dunia, Valentino Rossi finis di posisi dua klasemen akhir kelas 500 cc pada 2000. Bagaimana dengan Alex Criville dan Sete Gibernau?

Alex Criville hanya menempati posisi sembilan, sedangkan Sete Gibernau ke-15. Setahun berselang atau pada 2001, Valentino Rossi membuat gebrakan dengan keluar sebagai juara dunia, setelah unggul 116 angka dari Max Biaggi di posisi dua. Hingga kini Valentino Rossi tercatat sebagai satu-satunya pembalap satelit yang keluar sebagai juara dunia kelas premier.

BACA JUGA: Jelang Pensiun, Valentino Rossi Berharap Honda Berikan Motor yang Dipakainya Jadi Juara MotoGP

Setelah dua musim membela tim satelit Honda, Valentino Rossi naik kelas dengan membela Tim Repsol Honda. Pada MotoGP 2002, Valentino Rossi 15 kali naik podium dari 16 race yang diselenggarakan.

Bahkan 11 race di antaranya dimenangi pembalap yang kini berusia 41 tahun itu! Semusim berselang Valentino Rossi lebih dahsyat lagi.

Ia selalu naik podium dari 16 race yang dijalani! Setelah tiga kali meraih gelar juara dunia MotoGP bersama Honda, Valentino Rossi memutuskan hengkang ke Yamaha. Ia mengaku membutuhkan tantangan yang lebih besar dan itu jadi alasannya pindah ke Yamaha, tim yang saat itu berada di bawah bayang-bayang Honda.

“Saya pindah karena membutuhkan tantangan besar. Mungkin kedengarannya sedikit gila saat itu. Saya pikir saat itu semua fans dan jurnalis menanti kiprah saya bersama Yamaha,” kata Valentino Rossi mengutip dari Crash.

Tak hanya mencari tantangan, meninggalkan Honda juga ajang pembuktian bagi Valentino Rossi. Ia ingin membuktikan bisa sukses di tim mana saja. Benar saja, Valentino Rossi langsung juara bersama Yamaha pada MotoGP 2004.

(Valentino Rossi memenangkan empat gelar juara MotoGP bersama Yamaha)

“Saya tidak tahan mendengar komentar yang mengatakan saya hanya bisa juara dengan motor Honda. Padahal, ketika berada di trek, saya merupakan pembalap tercepat. Karena itu, ketika saya juara dunia bersama Yamaha, saya berkata ‘lihat, sekarang saya menang dengan motor lain,” kata Valentino Rossi saat diwawancara DAZN.

Selama 25 tahun (1996-2021) mentas di ajang grand prix, Valentino Rossi memenangkan sembilan gelar juara dunia. Hal itu dengan perincian tujuh gelar MotoGP, serta masing-masing satu trofi di kelas 125 dan 250 cc.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya