Lebih lanjut, Fajar juga mengatakan berlaga di final Piala Thomas merupakan impiannya sejak kecil. Ia juga bertekad dan sangat berharap Indonesia bisa mengakhiri puasa gelar Piala Thomas setelah terakhir kali merengkuhnya pada tahun 2002.
“Yang pasti luar biasa atmosfernya (dalam pertandingan ini), ini salah satu impian kita dari kecil. Salah satu target kita ingin memenangkan Piala Thomas ini setelah 19 tahun,” lanjutnya.
Selain itu, pebulu tangkis asal Bandung tersebut juga mengungkapkan kunci kemenangannya atas duet China. Menurutnya, fokus kepada pertandingan dan tidak gegabah saat memimpin adalah kuncinya.
“Kita tidak memikirkan masalah poin yang penting kita terus fokus. Yang penting kita selalu berfikir positif, satu demi satu, apalagi di poin krusial,” ucapnya.
“Kita samasekali tidak memikirkan kita memimpin lebih jauh. Kita selalu memikirkan step by step, jadi ga mikirin leading,” tambahnya.
Berkat poin dari Fajar/Rian, lalu sebelumnya Anthonu Sinisuka Ginting, serta diselesaikan dengan manis oleh Jonatan Christie, Indonesia akhirnya berhasil menjuarai Piala Thomas setelah menanti 19 tahun lamanya.
(Rivan Nasri Rachman)