Selain pola permainannya tidak berkembang dan kebanyakan dibaca lawan, Ribka/Fadia juga mengaku tampil kurang greget. Mereka lebih banyak tertekan oleh serangan lawan.
"Kami kalah karena tadi di poin-poin kritis, terutama di gim kedua, kami malah kurang nekat, kurang berani, dan tertekan," sebut Fadia.
Meski kalah, pertandingan tadi merupakan pengalaman berharga bagi pasangan muda ini. Kepala pelatih ganda putri Eng Hian tidak menyesal menurunkan mereka berdua demi pengalaman yang lebih baik lagi.
"Mereka harus terus diberi pengalaman bertanding, termasuk di ajang Piala Uber ini," tutur Eng Hian.
Pada akhirnya, Tim Uber Indonesia takluk 0-5 dari Jepang. Kekalahan itu membuat Indonesia berstatus runner-up Grup A Piala Uber 2020.
(Rivan Nasri Rachman)