Sejak meraih kemenangan besar itu, orang-orang mulai berharap banyak kepada Mia Audina. Hal itu membuat tekanan kepada Mia Audina membesar.
“Sebetulnya, setelah 1994 (Piala Uber) lebih berat tegangnya dan bebannya. Sebab, orang-orang sudah tahu saya waktu itu,” tutur Mia Audina.
Oleh sebab itu, dia menyatakan ketegangannya meningkat usai Piala Uber 1994. Akan tetapi, Mia Audina tetap bisa berprestasi setelah itu.
Mia Audina pun membagikan rahasianya. Menurut Mia, ketegangan itu lumrah dan setiap atlet harus bisa mengatasinya dengan baik sehingga punya peluang lebih besar untuk menang.
Mia Audina pun bersyukur karena dia tidak hanya dianugerahi talenta, tetapi juga mental yang kuat. Alhasil, dia mampu mengatasi ketegangannya dengan baik sehingga kerap menang dan memberikan banyak prestasi untuk Indonesia.
“Mungkin, talenta yah. Bersyukur, saya dikasih mental yang kuat. Tapi, tidak berarti tidak tegang. Cuma tidak kelihatan aja dari luar,” ucap Mia Audina.
“Tegang banget pasti. Tapi, kita belajar cara mengatasinya. Yang pasti, kita mau menang dan tidak menyerah sebelum selesai. Kurang-lebih begitu garis besarnya,” pungkasnya.
(Andika Pratama)