Febi pun tak risau bila kedua petenisnya itu harus bermain rangkap pada hari kedua.
"Kondisinya sama dengan saat mereka melakoni turnamen profesional. Sehari bermain rangkap tunggal dan ganda. Apalagi partai Piala Davis saat ini berformat best of three, tidak sepanjang sebelumnya yang menggunakan best of five," Febi menambahkan.
Pada pertandingan melawan Barbados, tim Indonesia memang menurunkan petenis muda setelah Christopher Rungkat, David Agung Susanto, dan M Rifky Fitriadi absen.
Hal ini karena ketiganya tengah mempersiapkan diri untuk membela daerah masing-masing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang dijadwalkan begulir 2-15 Oktober.
Sebelumnya, Manajer tim Indonesia Dwi Budi Martono mengatakan PP Pelti telah berupaya agar ketiga pemain andalan Merah Putih tersebut dapat kembali memperkuat tim David Cup.
Namun karena skuad Merah Putih harus melakukan perjalanan cukup jauh ke Barbados dalam situasi pandemi, ketiganya akhirnya memilih absen demi persiapan menuju PON Papua.
"PP Pelti sudah mengupayakan agar semua bisa memperkuat tim Piala Davis, namun kami juga menyadari risiko tinggi perjalanan jauh saat pandemi yang bisa menyebabkan mereka gagal membela daerah di PON," kata Dwi Budi Martono.
(Rachmat Fahzry)