TOKYO – Operasional bus otonom e-Palette self-driving dihentikan setelah menabrak pejudo di kampong atlet Paralimpiade Tokyo 2020. Perintah itu diintruksikan oleh Presiden Toyota Motor Corporation Akio Toyoda.
Sekedar informasi, kendaraan konsep otonom e-Palette merupakan kontribusi Toyota untuk memeriahkan Paralimpiade Tokyo 2020. Kendaraan ini berfungsi mengangkut para atlet yang ingin hilir-mudik di sekeliling desa olimpiade termasuk ke venue pertandingan.
Kendaraan ini melaju dengan sistem Self-Driving atau dapat mengemudi dengan sendiri/automatis. Namun ternyata konsep ini membuat malapetaka di saat Paralimpiade Tokyo 2020 baru berjalan satu hari.
Baca juga: Gagal di Semifinal, David Jacobs Sumbang Perunggu untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
Kendaraan itu berhenti di pertigaan jalan dan hendak berbelok di bawah kendali manual operator yang menggunakan kendali joystick kendaraan. Namun seketika kendaraan itu menabrak atlet tuna netra yang melaju dengan kecepatan sekitar 1 atau 2 kilometer per jam.
Baca juga: Pejudo Tunanetra Tertabrak Bus di Kampung Atlet Paralimpiade Tokyo 2020
Untungnya pihak Paralimpiade telah mengkonfirmasi bahwa atlet tersebut tetap sadar. Ia dibawa ke pusat medis desa atlet untuk perawatan dan dapat berjalan kembali ke tempat tinggal mereka. Atlet tersebut pun dijadwalkan bertanding pada Sabtu pukul 10.30 waktu setempat.
Pihak Toyota mengatakan sedang bekerja sama dengan penyelidik polisi setempat untuk menentukan penyebab kecelakaan itu. Mereka pun rencananya akan melakukan penyelidikan sendiri.