Namun demikian, Hubbard sejatinya telah memenuhi syarat untuk bertanding di Olimpiade sejak 2015. Saat itu, IOC pertama kalinya mengizinkan atlet transgender menjalani laga di ajang bergengsi dunia itu.
IOC mengizinkan peserta transgender jika kadar testosteron mereka di bawah 10 nanomol per liter selama setidaknya satu tahun sebelum kompetisi dihelat.
Di sisi lain, Hubbard bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh IOC untuk mewakili bangsanya di panggung terbesar dunia. Atlet berusia 43 tahun itu pun angkat suara.
"Olimpiade adalah perayaan global yang berisi harapan, cita-cita, dan nilai-nilai kita,” ujar Hubbard.
"Saya mengapresiasi IOC atas komitmennya untuk membuat olahraga dapat diakses oleh segala kalangan," tutupnya.
(Djanti Virantika)