AALST - Marc Marquez masih berusaha menemukan kembali performa terbaiknya usai kembali dari cedera. Juara Dunia MotoGP 2019 itu terbukti masih jadi harapan Repsol Honda dalam persaingan gelar juara.
Sejak naik ke kelas utama MotoGP pada 2013 lalu, rider berjuluk The Baby Alien itu menunjukkan dominasinya dengan menyabet enam kali gelar juara, termasuk di musim perdananya di ajang MotoGP.
Dominasi Marquez membuatnya jadi salah satu rider 'kesayangan' Repsol Honda. Beberapa bahkan beranggapan saat ini rider asal Spanyol itu jadi kiblat Honda untuk mengembangkan RC213V mereka.
Baca juga: Puig: Kembalinya Marquez Tak Berdampak Besar untuk Repsol Honda Musim Ini
Menanggapi hal ini, pembalap pengembang Repsol Honda, Stefan Bradl membenarkan hal tersebut. Menurut Bradl, bukan hal aneh ketika Honda menjadikan Marquez sebagai patokan mereka untuk mengembangkan motor.
Sebab, hingga saat ini hanya Marquez yang bisa memaksimalkan RC213V. Bahkan meski Repsol Honda sudah kedatangan pembalap baru seperti Pol Espargaro dari tim KTM.
"Motor Honda bukan yang paling mudah untuk dikendarai, itu jelas," ujar Bradl dilansir dari laman Speedweek, Selasa (13/7/2021).
"Tapi seperti yang Anda lihat, Marquez selalu mengatasi ini dengan keterampilan mengemudinya," lanjutnya.
"Sementara Pol (Espargaro) juga saat ini tidak mendapat hasil yang diinginkan. Itu sebabnya pengembangan sekarang didasarkan pada driver tercepat saat ini. Dan itu masih hanya Marc (Marquez).
"Jadi pembalap Honda lainnya harus beradaptasi atau melakukan hal mereka sendiri," pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)