“Saya tidak menipis bahwa Brivio sebagai manusia dan manajer tim, amat memiliki peranan penting dalam membangun siapa kami sekarang. Kami selalu berada di kapal yang sama. Kepergiannya yang tiba-tiba memaksa kami beradaptasi dan mengevaluasi kembali cara kerja tim ini. Hal itu pun membantu kami dapat memaksimalkan yang terbaik dari diri sendiri,” jelas Sahara, dilansir dari Motorsport, Minggu (4/7/2021).
“Peran seperti Brivio atau orang lain tentu akan memberikan dampak yang kuat untuk tim kecil seperti kami. Namun, disaat yang bersaam saya rasa kami sadar bahwa keseluruhan operasi tim ini berdasarkan atas kerja sama tim, dengan banyak sosok kunci yang melakukan perannya dengan baik,” tambahnya.
“Untuk saat ini, yang pasti kami tidak akan punya seseorang yang baru (untuk mengisi manajer tim) musim ini. (Keputusan) itu adalah sesuatu yang membutuhkan banyak pemikiran dan rencana. Kami sudah melewati keputusan di menit akhir dan terburu-buru beberapa bulan lalu, ketika Davide mengumumkan kepergiannya. Kali ini, kami memilih mengambil keputusan dengan lebih tenang,” imbuh Sahara.
Jadi, Sahara memastikan Suzuki belum berniat mencari orang baru untuk mengisi kepergian Brivio dari manajer tim mereka. Ia pun rela memiliki tanggung jawab lebih sebagai manajer bayangan Suzuki agar dapat membantu tim tersebut bangkit di paruh kedua MotoGP 2021.
(Rachmat Fahzry)