“Sungguh bodoh melakukan sesuatu macam itu secara publik. Saya tak bisa memahami Jorge. Ia tentu menikmati kehidupan media sosial. Saya tahu apa yang ia lakukan karena saya mengikutinya di Instagram,” jelas Bradl, seperti disadur dari Motorsport Total, Senin (10/5/2021).
“Apa yang ia lakukan memang menyenangkan dan menarik. Namun, saya takkan melakukannya dengan cara itu. Saya menangani akun saya sendiri, tapi saya tahu banyak pembalap tak lagi melakukannya sendiri dan menyerahkannya kepada orang-orang yang lebih profesional,” lanjut.
“Ini masuk akal, karena kehidupan di media sosial harus ditangani dengan sensitif. Anda bisa diagung-agungkan seperti raja, terbang di awan-awan, atau diseret menuju lumpur. Namun, saya sadar media sosial dibutuhkan generasi masa kini.”
Baca Juga: Perbandingan Kiprah Pedro Acosta, Rossi dan Marquez di Musim Perdana Ajang Grand Prix
“Saya rasa media sosial bisa dipakai dengan cara terbaik oleh orang-orang yang pikirannya masuk akal. Rasa hormat bisa hilang jika Anda komentar seenaknya, baik komentar positif atau negatif. Kadang rasa hormat pada para rival memang dibutuhkan,” tuntas pembalap berusia 31 tahun itu.
(Rachmat Fahzry)