"Bagi kami persatuan tim sangat penting. Selama tiga tahun terakhir, tim ini agak mirip, (tetapi) semua orang pergi sendiri-sendiri. Kami tidak menyatu," kata Vinales, mengutip dari Crash, Sabtu (20/2/2021).
"Saya pikir dengan Esteban (Garcia), Lin (Jarvis) dan Massimo (Meregalli), kami mencoba untuk membawa 20 atau 24 orang di dalam tim untuk menjadi satu. Pada tahun-tahun sebelumnya, (ada) tim Valentino (Rossi) dan tim saya. Sekarang, Yamaha memiliki kesempatan untuk membuat satu tim yang lengkap untuk maju ke satu arah,” tuturnya.
Kepergian Valentino Rossi pun membuat posisi pembalap senior di tim pabrikan Yamaha menjadi milik Vinales. Dia memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memimpin ketimbang Quartararo.
Tanggung jawab besar membuat tantangan bagi Vinales menjadi lebih sulit ketimbang sebelumnya. Top Gun –julukan Vinales– harus tampil maksimal demi meraih hasil positif untuk tim pabrikan Yamaha pada musim depan.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)