“Kami (Dovizioso dan Dall’Igna) sering berdebat dan saling melawan satu sama lain. Tim saya dan saya menjadi agak terisolasi dari Ducati” tambahnya.
“Kami tidak lagi berbicara tentang pengembangan motor, kami tidak lagi mengadakan pertemuan untuk mengembangkannya. Tapi di Ducati ada potensi untuk melakukannya, karena kompetensi dan skillnya sangat tinggi,” lanjut Dovizioso.
Menurut Dovizioso, sejak awal DallIgna memang menjadi pihak yang paling semangat dalam merekrut Lorenzo di MotoGP 2017. Semua keputusan Ducati seperti ada di tangan DallIgna. Jadi, ketika ia tak mendapatkan kontrak baru dari Ducati, maka yang membuat keputusan itu adalah DallIgna.
Jadi, Dovizioso pun menyebut yang patut disalahkan atas bercerainya ia dengan Ducati adalah DallIgna. Gara-gara hubungannya dengan DallIgna yang semakin buruk itulah yang membuat Dovizioso memutuskan pisah dari Ducati di akhir MotoGP 2020.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)