Valentino Rossi Selalu Jadi Tokoh Utama di MotoGP

Andika Pratama, Jurnalis
Sabtu 26 Desember 2020 10:01 WIB
Valentino Rossi (Foto: Laman resmi MotoGP)
Share :

BOLOGNA – Andrea Dovizioso mengakui sosok Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT) selalu menjadi tokoh utama di MotoGP. Menurut Dovizioso, sinar Rossi menutupi para pembalap lainnya.

Namun, ada juga dampak positif dari keberadaan Rossi di MotoGP. Dovizioso tidak memungkiri, bahwa keberadaan Rossi membuat MotoGP semakin terkenal di dunia.

Rossi merupakan wajah MotoGP selama kurang lebih dua dekade ini. Olahraga balap motor paling elite di dunia itu tidak akan setenar sekarang jika tidak ada The Doctor –julukan Rossi.

Kharisma Rossi membuat MotoGP semakin diminati ketimbang sebelumnya. Oleh sebab itu, setiap tindakan Rossi terlihat dari sudut pandang yang sama. Dovizioso menilai para pemain lain akan dipandang berbeda jika meniru tindakan Rossi.

BACA JUGA: Intip Gaya Menggoda Francesca Sofia di Depan Pohon Natal

"Valentino (Rossi) adalah sebuah aset bagi semuanya. Titik. Baik untuk orang Spanyol, Italia, semuanya, karena dia menghadirkan sorotan,” kata Dovizioso, mengutip dari Corsedimoto, Sabtu (26/12/2020).

“Dia telah berhasil membangkitkan daya tarik yang lebih besar terhadap para penggemar dan ini menguntungkan. Seperti biasa, sisi negatifnya adalah Anda tidak pernah dianggap sebagai tokoh utama," tuturnya.

"Tokoh utama, sampai beberapa tahun terakhir, hampir selalu menjadi milik Valentino, lalu baru pembalap lainnya. Karena itu, semua yang Anda lakukan tidak terlihat dengan cara yang sama. Ketika Anda melakukan hal yang sama seperti Valentino, Anda mendapat penilaian berbeda," tukasnya.

Namun, Rossi tidak bisa selamanya memerankan tokoh utama di MotoGP karena performa The Doctor mulai menurun dalam beberapa musim terakhir ini. Rossi bahkan sudah lama tidak menjadi pembalap tercepat dalam balapan.

Pembalap asal Italia itu terakhir kali meraih kemenangan di MotoGP Belanda 2017. Sejak saat itu, prestasi terbaik Rossi adalah finis di tiga besar.

Rossi pun mengukir pencapaian terburuk dalam karier balap profesionalnya pada musim lalu. Pembalap berumur 41 tahun itu finis ke-16 di klasemen akhir karena hanya mampu mengumpulkan 66 poin. Hal itu menunjukkan Rossi semakin mendekati masa pensiun sehingga harus ada pembalap lain yang mengisi perannya kelak.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya