Untuk F1 2021, Scuderia Ferrari memilih mencurahkan semua sumber daya untuk mengembangkan mesin baru. Sebab, mereka menilai defisit mesin dari para pesaing membuat The Prancing Horse begitu tertinggal dari pesaingnya di F1 2020.
Dari penilaian awal lewat dinamometer, Mattia Binotto yakin mesin baru itu punya performa dan keandalan yang menjanjikan. Sekali pun operasional dinamometer dibatasi, Ferrari percaya diri dapat mengembangkan mesin yang bertenaga.
“Mesin saat ini sudah mulai menyala dengan dinamometer dan menurut saya dari umpan balik yang didapat, baik dari sisi performa dan keandalan, terlihat menjanjikan,” tukas Mattia Binotto.
Keseriusan Ferrari amat wajar mengingat mereka sudah tidak lagi merebut gelar juara dunia kategori pembalap sejak F1 2007. Sementara pada kategori konstruktor, tim berkelir merah itu puasa gelar juara sejak F1 2008.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)