VALENCIA – Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir adalah kandidat terkuat peraih gelar juara dunia MotoGP 2020. Namanya sudah dijagokan bahkan sebelum dirinya mampu memenangkan balapan MotoGP Eropa 2020 yang berlangsung pada 8 November 2020 kemarin.
Awalnya banyak yang merasa aneh jika Mir bisa memenangi kejuaraan MotoGP 2020 tanpa meraih podium pertama sama sekali. Namun, keanehan itu takkan terjadi dikarenakan pada akhirnya rider asal Spanyol itu merasakan juga sensasi berdiri di atas podium tertinggi.
Bagi pengamat MotoGP, Alex Criville, kemenangan Mir di GP Eropa akan menyempurnakan gelar juara MotoGP musim ini untuk Mir. Sebab Mir bakal menjadi juara dunia tanpa lagi penasaran merasakan kemenangan di suatu balapan.
Criville pun mengaku senang melihat aksi Mir di sepanjang balapan MotoGP 2020. Ia melihat Mir sangat jarang melakukan kesalahan saat race berlangsung dan hal itu dirasa Criville menjadi kunci utama mengapa Mir bisa tampil konsisten.
Baca Juga: Brivio Bersyukur Joan Mir Lebih Pilih Suzuki ketimbang Honda
Berkat tingkat konsisten yang luara biasa yang diperlihatkan Mir, rider berusia 23 tahun itu lantas mampu memimpin klasemen sementara pembalap MotoGP 2020. Bahkan Mir hanya membutuhkan 14 poin lagi atau finis setidaknya di posisi empat besar pada balapan akhir pekan ini di MotoGP) Valencia untuk dapat keluar menjadi juaranya.
“Apa yang dibuat Mir adalah langkah yang layak untuk menjadi juara dunia. Menang, pada waktu dan cara yang dia lakukan, menunjukkan kualitas dan konsistensi mental yang tersedia untuk sedikit orang,” ungkap Criville, dilansir dari Marca, Rabu (11/11/2020).
“Kejuaraan Dunia MotoGP dimenangkan dengan cara membuat kesalahan sesedikit mungkin (kedengarannya mudah, tetapi sebenarnya tidak sama sekali) dan hingga hari ini, saya tidak berpikir dia telah membuat satu kesalahan pun di pihaknya” tambah legenda MotoGP tersebut.
“Anda hanya dapat mencapai itu jika Anda memiliki bakat dan mentalitas pemenang. Yang memungkinkan Anda mendapatkan podium ketujuh musim ini, dan kemenangan yang diinginkan pada saat yang paling sulit. Singkatnya, membuat yang sulit menjadi mudah dan itu hanya terjangkau oleh sedikit orang,” tutupnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)