Dilarang Balapan 4 Tahun, Iannone: Hukuman Ini Merobek Hati Saya

Bagas Abdiel, Jurnalis
Rabu 11 November 2020 04:34 WIB
Andrea Iannone (Foto: Laman resmi MotoGP)
Share :

NOALE – Pembalap asal Italia, Andrea Iannone, harus menerima hukuman berat setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) gagal mengabulkan banding yang ia ajukan. Alih-alih mengharapkan keringanan, Iannone justru mendapatkan larangan yang lebih lama yakni empat tahun.

Melalui media sosial di Instagram, Iannone mengeluarkan pernyataan tentang hukuman tersebut. Ia merasakan kesedihan yang teramat dalam karena larangannya tampil di MotoGP justru digandakan menjadi empat tahun.

Pembalap Aprilia itu awalnya hanya menerima larangan 18 bulan dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM). Ia dinyatakan bersalah karena positif menggunakan doping di MotoGP Malaysia 2019 pada bulan November.

Karena tak merasa melakukan hal tersebut, Iannone kemudian mengajukan banding ke CAS. Pembalap berpaspor Italia itu mengatakan zat tersebut tertelan tidak sengaja dengan memakan daging yang terkontaminasi di Malaysia.

Baca juga Dinyatakan Bersalah, Andrea Iannone Dilarang Balapan Selama 4 Tahun

Sayangnya pengajuan banding Iannone ternyata mendapat perlawanan dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Mereka mengajukan hukuman Iannone untuk ditingkatkan menjadi empat tahun dengan alasan ia gagal menetapkan standar yang diperlukan.

Setelah melakukan pertimbangan, CAS akhirnya memihak WADA. Itu berarti kemungkinan larangan baru Iannone akan berakhir pada Desember 2023. Hal ini pun membuat Iannone mengalami perasaan yang emosional. Meski kariernya bisa saja di MotoGP hampir pasti berakhir, tetapi ia tidak ingin menyerah.

“Hari ini saya menerima ketidakadilan terburuk yang pernah saya bayangkan. Mereka merobek hati saya dari cinta terbesar saya,” ungkap Iannone, dilansir dari Instagram.

“Tidak masuk akal jika tuduhan ini disertai dengan fakta yang tidak benar. Untuk ini akan ada tempat dan waktu yang sesuai karena saya pasti tidak menyerah,” tambahnya.

“Saya tahu saya sedang menghadapi kekuatan yang kuat, tetapi saya berharap. Saya mengharapkan kejujuran intelektual dan penegasan keadilan,” sambungnya.

“Saat ini saya menderita pada tingkat tertinggi yang dapat saya bayangkan. Siapapun yang mencoba menghancurkan hidup saya akan segera mengerti betapa kekuatan yang saya miliki di hati saya,” pungkasnya.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya