VALENCIA – Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, menegaskan bahwa timnya takkan menganakemaskan salah satu dari dua pembalapnya, yakni Joan Mir dan Alex Rins, yang kini berpotensi menjuarai MotoGP musim 2020. Brivio menyatakan Tim Suzuki takkan menerapkan team order untuk memprioritaskan siapa yang jadi juara dunia MotoGP 2020.
Sebagaimana diketahui, kedua pembalap Tim Suzuki memang menjalani kampanye mereka di MotoGP 2020 dengan performa mengesankan. Bahkan baik Mir ataupun Rins masih sama-sama berpotensi menjadi juara dunia MotoGP 2020.
Akan tetapi Mir jadi sosok yang lebih berpeluang jadi juara dunia MotoGP 2020, lantaran masih memuncaki klasemen sementara. Pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut unggul 37 poin dari Rins yang berada di posisi ketiga dengan raihan 125 poin.
Dengan kondisi tersebut, wajar muncul rumor bahwa Tim Suzuki bakal menerapkan team order di dua balapan tersisa MotoGP 2020. Langkah tersebut dipercaya bakal diambil oleh Tim Suzuki demi menjaga kans Mir menjuarai MotoGP 2020.
Baca Juga: Tertinggal 37 Poin dari Mir, Alex Rins Menolak Menyerah
Akan tetapi sebuah bantah diutarakan oleh Brivio terkait rumor bahwa Tim Suzuki bakal menerapkan team order di dua seri pamungkas MotoGP musim ini. Brivio menegaskan bahwa Tim Suzuki tak menjadikan salah satu dari dua pembalap mereka sebagai prioritas pemenang MotoGP 2020.
Brivio juga membeberkan alasan lain mengapa Tim Suzuki tidak bakal menerapkan strategi team order di dua balapan terakhir MotoGP 2020. Brivio menyatakan bahwa Tim Suzuki memiliki niat untuk menjadikan dua balapan terakhir MotoGP 2020 sebagai tontonan menarik bagi para penggemarnya.
“Tentu Suzuki tak mengira bakal ada di situasi ini. Namun, tiap kali ditanya soal team order, kami selalu bilang bahwa selama sama-sama punya kans juara, maka mereka kami bebaskan berkompetisi,” ungkap Brivio, seperti dirangkum dari Motorsport Total, Selasa (10/11/2020).
“Terlebih strategi ini terbukti jitu. Kami akan coba kendalikan situasi inKami akan coba pertahankan momentum dalam balapan-balapan berikutnya. Jadi, kami akan membebaskan mereka bersaing, karena ini juga memberikan motivasi kepada mereka,” lanjutnya.
Baca Juga: Joan Mir Tidak Merasa Tertekan sebagai Calon Juara Dunia
“Perlu kita ingat bahwa rekan setim pasti ingin saling mengalahkan. Inilah yang kami inginkan pada saat kami membentuk tim ini. Kami sudah bicara dengan mereka dan meminta mereka untuk bersaing dengan bersih.”
“Mereka cerdas, paham kami berusaha menjunjung tinggi target tim. Tentu mereka merupakan rival, tapi mereka saling menghormati. Mungkin ini strategi berisiko, tapi Suzuki menyukainya dan saya rasa memang lebih seru begini!” tuntas pria berkebangsaan Italia tersebut.
(Ramdani Bur)