Pembalap Yamaha Hanya Bisa Menang jika Ngacir Selepas Start

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 21 September 2020 18:13 WIB
Fabio Quartararo sudah dua kali menang (Foto: MotoGP)
Share :

MISANO – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengungkap fakta mengejutkan tentang motornya. Menurutnya, pembalap penunggang motor Yamaha YZR M-1 hanya akan menang jika langsung memimpin balapan dengan jarak cukup jauh selepas start.

Dari tujuh seri yang sudah digelar, penunggang motor Yamaha YZR M-1 sudah meraih empat kemenangan. Dua kemenangan didapatkan Fabio Quartararo pada dua seri awal, sementara Maverick Vinales dan Franco Morbidelli masing-masing satu.

Menariknya, seperti dikatakan Fabio Quartararo, keempat kemenangan itu didapat ketika masing-masing dari mereka berada di depan selepas start. El Diablo sendiri start dari pole position pada MotoGP Spanyol dan Andalusia 2020 di Sirkuit Jerez-Angel Nieto.

Baca juga: Dihukum Penalti 3 Detik, Quartararo Berkilah Tidak Ada Peringatan

Hal yang sama terjadi pada Maverick Vinales di MotoGP Emilia Romagna 2020 akhir pekan lalu. Sementara Franco Morbidelli, mampu mencuri posisi terdepan pada tikungan pertama selepas start di GP San Marino 2020, 13 September lalu.

BACA JUGA: Dihukum Penalti 3 Detik, Quartararo Berkilah Tidak Ada Peringatan

Fabio Quartararo tidak tahu mengapa tren tersebut bisa terjadi. Ia yakin, sulitnya menyalip pembalap lain, sudah menjadi masalah yang umum terjadi di Yamaha. Karena itu, para penunggang Yamaha berusaha melesat ke depan sejak awal-awal balapan.

“Saya memenangi dua balapan dengan cara seperti itu, begitu juga Franco (Morbidelli), dan Maverick (Vinales). Jadi, sesegera mungkin Anda berada di belakang pembalap dengan motor yang, sedikit lebih cepat, Anda tidak bisa berbuat apa-apa,” urai Fabio Quartararo, dilansir dari Crash, Senin (21/9/2020).

Mengenai peluangnya pada seri berikut, MotoGP Catalunya 2020, Fabio Quartararo hanya bisa pasrah. Sebab, Sirkuit Catalunya di Barcelona memiliki satu trek lurus panjang. Selain sulit menyalip pembalap lain, motor YZR M-1 juga tidak punya kecepatan puncak yang bagus.

“Mari kita lihat di Barcelona. Itu adalah trek yang saya sukai, tetapi ada trek lurus panjang 1 kilometer. Jadi, saya tidak tahu apa yang harus dipikirkan,” imbuh Fabio Quartararo.

BACA JUGA: Klasemen MotoGP Hari Ini: Dovizioso Teratas, Valentino Rossi Tercecer

“Di sini ada tiga trek lurus panjang di mana kami melewatinya dengan gigi lima atau enam. Pada akhirnya, Barcelona hanya punya satu trek lurus panjang. Ini lebih soal tikungan cepat dan kecepatan saat menikung,” imbuh pria berusia 21 tahun itu.

Selepas MotoGP Emilia Romagna 2020, Fabio Quartararo masih berada di peringkat dua klasemen sementara dengan 83 poin. Angka yang dikoleksi sama dengan Maverick Vinales, tetapi Quartararo unggul jumlah kemenangan. Sementara itu, puncak klasemen masih diduduki Andrea Dovizioso dengan 84 angka.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya