BRNO – Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, mengaku cukup kesulitan dengan kondisi trek di Sirkuit Automotodrom Brno. Seperti diketahui, sirkuit sepanjang 5,4 kilometer itu akan menjadi tempat diselenggarakannya balapan seri ketiga MotoGP 2020.
Akan tetapi, Joan Mir merasa cukup sulit mencapai kecepatan maksimal di atas motornya dengan kondisi lintasan yang bergelombang. Namun di sisi lain Mir juga merasa performa motornya sudah sangat mumpuni untuk bersaing di posisi depan.
Rekan satu tim Alex Rins itu membuktikannya dengan meraih hasil positif di sesi latihan bebas. Mir bahkan berhasi menempati posisi keenam pada sesi latihan bebas kedua yang berlangsung Jumat kemarin.
Baca juga: Joan Mir Punya Ambisi Besar di MotoGP 2020
Kemudian pada sesi latihan bebas ketiga yang digelar sore tadi, pembalap asal Spanyol itu kembali menunjukkan performa apik meski harus turun satu strip ke urutan ketujuh.
Performa Mir jelas menjadi sinyal positif bagi Suzuki di seri ketiga musim ini. Terlebih saat ini pembalap andalan mereka, Alex Rins belum berada pada performa terbaik setelah mengalami cedera saat tampil di MotoGP Jerez Juli kemarin
“Kondisi cengkeraman tidak terlalu bagus, semua pengemudi mengeluh tentang itu, semua orang berjuang di kondisi trek yang bergelombang. Tapi saya tetap merasa hebat, sepeda motor juga bekerja cukup baik pada ban bekas,” ujar Mir, seperti dilansir dari laman Speedweek, Sabtu (8/8/2020).
“Saya pikir kami masih memiliki ruang untuk meningkat pada sesi kualifikasi. Berada di dua baris pertama grid akan menjadi kunci jika kami ingin naik podium,” lanjutnya.
“Ya, ini akan sangat berat. Kami mencoba ketiga senyawa ban, ketiga ban belakang banyak kehilangan. Jadi menjadi sangat penting untuk menjadi mulus dalam akselerasi dan menghindari pemintalan,” sambungnya.
“Seperti yang Anda tahu, beberapa pembalap mengalami banyak masalah dalam dua lap terakhir tahun lalu dan karenanya kehilangan podium. Kami harus melindungi ban belakang semaksimal mungkin, kemudian kami pasti akan meningkatkan hasil dari Jerez,” tandasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)