Ketatnya aturan yang bakal diterapkan di AS Terbuka 2020 pun mendapatkan perhatian dari Djokovic. Ya, petenis berkebangsaan Serbia tersebut mengaku ragu apakah AS Terbuka 2020 benar-benar bisa digelar dengan adanya aturan yang sangat ketat.
“Baru kemarin saya melakukan pembicaraan telepon dengan para pemimpin tenis dunia, ada pembicaraan tentang kelanjutan musim ini, sebagian besar tentang AS Terbuka 2020 yang dijadwalkan pada akhir Agustus, namun tidak diketahui apakah akan diadakan,” ujar Djokovic, seperti disadur dari Eurosport, Sabtu (6/6/2020).
Baca Juga: Kekaguman Djokovic dengan Sosok Maria Sharapova
“Kami tidak akan memiliki akses ke Manhattan, kami harus tidur di hotel-hotel di bandara, untuk dites dua atau tiga kali per minggu. Juga, kami hanya bisa membawa satu orang ke klub, yang benar-benar mustahil. Maksud saya, kita membutuhkan pelatih, kemudian pelatih kebugaran, lalu seorang fisioterapis,” lanjutnya.
“Semua saran mereka benar-benar ketat, tetapi saya bisa mengerti bahwa karena alasan keuangan, karena kontrak yang sudah ada, penyelenggara ingin acara tersebut tetap diadakan. Kita akan melihat apa yang akan terjadi,” tuntas petenis berusia 33 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)