TOWNSVILLE – Kejutan tercipta pada MotoGP Belanda 2016 ketika Jack Miller keluar sebagai pemenang lomba. Selebrasi minum sampanye dari sepatu atau yang dikenal shoey dilakukan sang pemenang. Pria asal Australia itu mengaku, selebrasinya merupakan sindiran kepada Honda.
Hujan deras yang mengguyur Sirkuit Assen membuat jalannya lomba benar-benar tidak bisa diprediksi. Jack Miller tampil mengejutkan dengan melesat sejak awal balapan. Alhasil, pembalap yang saat itu membela Tim Marc VDS Honda keluar sebagai pemenang.
Baca juga: Miller Tak Sabar Kendarai Desmosedici di Balapan MotoGP 2020
Perjalanan The Jackass selama berkarier di MotoGP tidak mulus. Ketika naik kelas pada 2015 bersama LCR Honda, Jack Miller kesulitan beradaptasi dengan RC213V-RS Honda. Ia tercelat ke tim Marc VDS Honda pada MotoGP 2016.
Selain sulit beradaptasi, Jack Miller juga dihantam dengan citra negatif akibat kebiasaannya berpesta di luar lintasan. Pembalap berusia 25 tahun tersebut mengakui pernah didenda Honda karena melakukan shoey pada suatu pesta. Maka, ia membalasnya dengan sindiran di atas podium Sirkuit Assen.
“Selebrasi itu merupakan sindiran halus karena saya pernah bermasalah pada tahun pertama di MotoGP dengan perilaku nakal dan yang lainnya,” tutur Jack Miller, sebagaimana diwartakan Motorsport, Senin (27/4/2020).
“Saya didenda oleh Honda karena melakukan shoey suatu malam pada pesta usai balapan. Ketika saya menang, saya berpikir, ‘Mereka tidak akan bisa mendenda saya setelah ini,’” pungkas pembalap yang kini membela Pramac Ducati itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)