BOLOGNA – Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, yakin kondisi penyelenggaraan MotoGP bakal berbeda jika bisa kembali dimulai usai merebaknya virus corona. Ia yakin akan ada batasan yang diterapkan untuk semua pembalap hingga staf kru dalam menjalani setiap balapan.
Hal ini terjadi karena setiap negara masih berusaha untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Karena itu, pemeriksaan ketat pun diyakini Ciabatti akan dihadapi semua pihak di MotoGP saat memasuki negara penyelenggara.
Bahkan, ia yakin aktivitas yang dilakukan semua pihak juga akan menjadi terbatas. Bahkan, kabar menyebut jumlah orang di paddock MotoGP sendiri nantinya akan dikurangi demi menyelamatkan musim MotoGP yang terkena imbas dari virus corona.
BACA JUGA: Ciabatti Kenang Perjuangan Lorenzo Adaptasi dengan Desmosedici
“Ketika balapan dimulai lagi, akan ada batasan. Kita tidak akan bisa naik pesawat untuk waktu yang lama, seperti yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun,” ujar Ciabatti, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Selasa (14/4/2020).
“Akan ada lebih banyak pemeriksaan, konfirmasi kesehatan akan diperlukan, suhu badan harus diukur, aturan jarak akan diterapkan, masker harus dipakai, dan dikarantina 14 hari setelah berada di sebuah negara. Jika Anda ingin berkeliling, Anda harus menerima langkah-langkah ini. Kalau tidak, Anda harus tinggal di rumah,” lanjutnya.
Seperti diketahui, delapan balapan awal MotoGP 2020 terkena imbas wabah virus corona. Satu seri sudah pasti batal, yakni MotoGP Qatar 2020, sementara tujuh seri lainnya harus tertunda. Tak diketahui pasti kapan balapan bisa kembali digelar.
(Ramdani Bur)