BERLIN – Sejak bergabung dengan Tim Scuderia Ferrari pada musim balap Formula One (F1) 2015, Sebastian Vettel sejatinya langsung diplot sebagai pembalap utama mereka. Maklum saja, Vettel datang ke Ferrari dengan modal empat gelar juara dunia yang ia dapatkan kala membela Tim Red Bull.
Kendati demikian, harus disayangkan karena selama membela Ferrari, Vettel tak pernah sekalipun menjadi juara dunia. Raihan terbaik yang bisa dicapai pembalap asal Jerman itu selama mengendarai Ferrari adalah dengan menjadi runner-up kejuaraan di musim 2017 dan 2018.
Baca juga: Cara Leclerc Jaga Kebugaran Tubuh Selama Karantina
Di Kejuaraan Dunia F1 2019 Vettel bahkan mengalami penurunan performa. Jangankan untuk bertarung dalam memperebutkan gelar juara dunia, pembalap berpaspor Jerman itu bahkan kalah saing dari pilot anyar Ferrari yang masih berusia 22 tahun, Charles Leclerc.
Sepanjang musim balap 2019 berlangsung, Leclerc tercatat telah sebanyak dua kali memenangkan balapan dan secara keseluruhan 10 kali finis di podium. Hal itu membuat Leclerc kemudian menyelesaikan musim di posisi keempat klasemen, sedangkan Vettel kelima. Kondisi ini pada akhirnya membuat mantan juara F1, Nico Rosberg, menilai kalau Vettel sudah bukan lagi pembalap nomor satu Ferrari.
“Momen ini tentunya sangat gelap baginya (Vettel). Rekan setimnya (Leclerc) baru saja menjadi legenda Ferrari dan telah mengambil status pembalap nomor satu di tim. Sedangkan dia mengalami penurunan," ujar Rosberg, mengutip dari Speedweek, Minggu (12/4/2020).
"Meski demikian, dia (Vettel) memiliki kepercayaan diri yang besar, yang akan banyak membantunya. Dan di Formula 1 dibutuhkan balapan yang hebat dan Anda bisa kembali. Jadi kita tidak bisa menghapusnya (dari peta persaingan). Dia bisa kembali dengan sangat cepat,” lanjut Rosberg.
(Ramdani Bur)