FAENZA – Prinsipal Scuderia Alpa Tauri (Toro Rosso), Franz Tost, menganggap tidak adil jika ada beberapa tim tak bisa membalap dengan kekuatan penuh pada Kejuaraan Dunia Formula One (F1) 2020. Sebab, hal itu tidak akan menguntungkan bagi semua pihak.
Dua dari 10 tim yang akan berlaga di F1 2020 berbasis di Italia. Selain kedua tim tersebut, masih ada Pirelli yang merupakan pemasok tunggal ban ke semua tim. Kebijakan aturan ketat soal izin masuk bagi pemegang paspor atau warga negara Italia tentu berimbas pada keberlangsungan F1 2020.
Baca juga: 4 Tim F1 Terkena Imbas Wabah Virus Korona di Italia
Sejauh ini memang baru satu balapan yang pasti ditunda, yakni F1 GP China 2020, akibat virus Korona. Namun, kebijakan ketat soal izin masuk ke suatu negara bakal berdampak besar bagi F1. Teknisi dan kru tim Scuderia Ferrari yang kemungkinan besar akan merasakan dampaknya.
Mengingat Ferrari juga memasok mesin serta memberi asistensi kepada dua tim lainnya, maka setidaknya ada empat yang terdampak dengan aturan tersebut. Franz Tost yakin, sangat tidak bijak jika empat tim tidak turun dengan kekuatan dan dukungan penuh pada F1 GP Australia 2020.
“Jika beberapa tim tidak bisa turun membalap untuk alasan tertentu, rasanya sungguh tidak adil untuk memulai musim seperti ini. Ini akan menjadi kerugian besar,” ucap Franz Tost, mengutip dari Motorsport, Selasa (3/3/2020).
Sebagai langkah antisipasi, Scuderia Ferrari sudah meminta kejelasan kepada pemangku kepentingan agar mereka bisa turun dengan kekuatan penuh. The Prancing Horse bahkan membatasi jumlah personel yang bisa keluar masuk pabrik mereka di Maranello agar tidak terimbas aturan izin masuk Australia.
(Ramdani Bur)