LESMO – Salah satu persaingan terpanas yang pernah terjadi dalam Kejuaraan Dunia MotoGP adalah duel antara Valentino Rossi dengan Jorge Lorenzo. Persaingan tersebut menarik banyak perhatian karena Rossi dan Lorenzo membela tim yang sama, yakni Yamaha.
Kepala Tim Yamaha, Lin Jarvis, mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak terlalu terganggu dengan persaingan di antara kedua pembalapnya tersebut. Jarvis justru memandang kalau persaingan tersebut menjadi keuntungan bagi Yamaha lantaran dua pembalapnya saling berpacu menjadi yang terbaik.
Baca juga: Schwantz: Rossi Berhasil Buat Pembalap Lain Jadi Lebih Baik!
Jarvis sendiri menilai persaingan tersebut sebagai hal yang wajar. Di satu sisi, Rossi yang lebih senior adalah penguasa MotoGP kala itu dan bertekad mempertahankan statusnya sebagai nomor satu. Di sisi lain, Lorenzo datang sebagai pendatang baru yang ingin melengserkan Rossi.
"Persaingan itu panas karena Valentino adalah raja saat itu dan Lorenzo adalah pendatang baru. Jadi itu sulit untuk ditangani, seperti yang selalu terjadi ketika Anda memiliki dua pembalap top di tim yang sama,” jelas Jarvis, mengutip dari Tutto Motori Web, Rabu (1/1/2020).
“Akan tetapi, ketika kami melakukannya, kami menjadi juara selama tiga tahun berturut-turut. Memiliki dua pembalap yang kompetitif mengangkat tim, karena mereka saling mendorong. Kita hanya harus berharap bahwa mereka tidak menjadi merusak diri sendiri," tukas Jarvis.
Perlu diketahui, Yamaha sebenarnya tidak berniat menyatukan Lorenzo dan Rossi sebagai rekan satu tim. Mereka pada awalnya menyiapkan Lorenzo sebagai pengganti Rossi pada 2006, karena menduga The Doctor bakal pensiun. Akan tetapi, Rossi memilih melanjutkan karier di MotoGP dan Lorenzo baru direkrut Yamaha dua tahun kemudian, yakni pada 2008.
(Fetra Hariandja)