CALIFORNIA – Musim debut Fabio Quartararo di MotoGP 2019 diwarnai pencapaian gemilang. Pembalap berjuluk El Diablo itu sukses mencatatkan enam pole position dan tujuh kali podium sepanjang musim lalu. Catatan tersebut diyakini bakal membebaninya pada musim kedua di MotoGP.
Pencapaian tersebut memberikan gelar sebagai Rookie of The Year alias Pendatang Baru Terbaik 2019 untuk Fabio Quartararo. Hanya kemenangan pada balapan saja yang gagal dicapai oleh pembalap berkebangsaan Prancis itu pada musim lalu, sesuatu yang bakal membawa konsekuensi berupa tekanan.
Baca juga: Honda Seharusnya Pilih Fabio Quartararo, Bukan Alex Marquez
Berkaca pada prestasi fenomenal Fabio Quartararo pada musim debutnya, amat wajar bila ekspektasi pecinta MotoGP akan semakin tinggi padanya. Legenda balap motor, Wayne Rainey, yakin tekanan berat bakal dirasakan pemuda berusia 20 tahun itu sepanjang MotoGP 2019 karena standar yang dibuatnya sendiri.
“Saya tidak tahu banyak soal Fabio sebelum dia naik motor. Dia punya gaya balap yang agresif, tetapi di saat bersamaan sangat presisi. Yang menarik dari kiprahnya adalah, dia belum pernah memenangi balapan,” ujar Wayne Rainey, dikutip dari Motorsport Total, Senin (30/12/2019).
“Sekali Anda menang, Anda akan merasakan tekanan baru. Dari titik itu, semuanya bakal berlangsung cepat. Fabio sejauh ini tampak menikmati hidup di paddock dengan podium yang diraihnya. Akan tetapi, segera setelah memenangi balapan, Anda akan merasa tekanan saat finis kedua atau ketiga,” pungkas pria berkebangsaan Amerika Serikat (AS) itu.
Kemenangan memang sudah begitu dekat dengan Fabio Quartararo pada musim lalu, setidaknya di dua balapan, yakni Thailand dan Valencia. Akan tetapi, ambisi untuk merasakan manisnya sampanye kemenangan harus ditunda karena di dua balapan tersebut, Quartararo harus mengakui kecerdikan Marc Marquez.
(Fetra Hariandja)