4 Kontroversi di SEA Games 2019

Djanti Virantika, Jurnalis
Rabu 11 Desember 2019 13:47 WIB
SEA Games 2019. (Foto: Inquired)
Share :

Selanjutnya, kontroversi yang tak kalah menarik perhatian adalah terkait infrastruktur di SEA Games 2019. Sembilan hari jelang dimulainya SEA Games 2019, pihak penyelenggara diketahui belum selesai mempersiapkan infrastruktur.

Hal ini terjadi karena keterlambatan pemberian tagihan pengeluaran yang berisi anggaran SEA Games di Kongres Filipina, yang pada akhirnya menunda proses pengadaan dari pemerintah. Kondisi ini membuat beberapa laga pun akhirnya digelar dalam kondisi infrastruktur yang masih belum lengkap. Hal tersebut turut terjadi dalam penyelenggaraan laga pertama di sepakbola putra.

Laga yang mempertemukan Malaysia dan Myanmar di Stadion Memorial Rizal pada 25 November 2019 itu akhirnya digelar tanpa adanya perabotan. Pihak dari Timnas Malaysia pun menyebut bahwa ruang ganti masih dalam renovasi. Laga yang mempertemukan dua tim ini pun harus digelar tanpa papan skor utama di stadion.

Kontroversi terakhir yakni terkait hasil yang diraih oleh atlet Filipina saat berlaga di cabang olahraga atletik. Pertandingan di nomor 110 meter lari gawang yang berlangsung pada Senin 9 Desember 2019 mendapat perhatian besar dari publik.

Pasalnya, atlet Filipina dan Malaysia kala itu diketahui finis di posisi terdepan dengan catatan waktu identik, yakni 13,97 detik. Tetapi anehnya, atlet Filipina justru yang akhirnya mendapat emas. Panitia menyebut atlet Filipina berhak mendapat emas karena dalam siaran ulang terlihat kepala si atlet telah melewati garis finis terlebih dulu.

Mendapati kondisi ini, pihak Malaysia tentu saja tak tinggal diam. CdM Malaysia bahkan telah mengajukan banding. Tetapi, keputusan tetap tak diubah karena alasan yang telah diungkapkan oleh panitia tersebut.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya