“Saya kecewa dengan diri saya sendiri. Dari awal saya sudah tertekan terus. Seperti buang bolanya saya kurang berani. Dia (Thammasin) bertipe pemain serang, harusnya saya bisa menarik-narik lawan. Tapi saat itu seperti nggak pas dan tanggung. Di game kedua saya mulai dapat polanya, tapi kecolongan lagi di poin-poin akhir,” kata Firman, melansir dari laman resmi PBSI, Jumat (6/12/2019).
“Sekarang dia mainnya lebih kontrol dan nggak buru-buru. Nah, saya untuk membuka peluangnya itu masih suka nanggung dan nggak sabar. Masih banyak yang harus dilatih lagi,” pungkasnya.
(Andika Pratama)