SEPANG – Rentetan hasil buruk yang diperoleh pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, sepanjang gelaran MotoGP 2019 pada akhirnya membuat sang rival, Valentino Rossi, turut prihatin. Pasalnya, Rossi merasa pernah berada di situasi yang sama dengan yang dialami Lorenzo sekarang.
Gelaran MotoGP 2019 sejatinya adalah musim pertama Lorenzo bersama Honda. Tim pabrikan asal Jepang itu pada awalnya memiliki ekspektasi besar terhadap X-Fuera. Sebab, Lorenzo punya pengalaman mumpuni dan telah tiga kali menjadi juara dunia MotoGP.
Baca juga: Rossi Isyaratkan Pensiun Usai MotoGP Valencia 2020
Kendati begitu, harus disayangkan karena performa Lorenzo justru jauh dari kata memuaskan. Sepanjang gelaran MotoGP 2019 berlangsung, rider Spanyol itu tak pernah sekalipun finis di jajaran 10 besar. Selain itu, Lorenzo juga kerap dibekap cedera yang membuat performanya semakin tidak maksimal.
Melihat kondisi Lorenzo tersebut, Rossi pun teringat dengan dirinya kala membela Ducati di musim 2011 dan 2012. Diakui oleh Rossi kalau dua musim tersebut adalah saat-saat yang berat baginya, sebab ia tak mampu beradaptasi dengan baik menggunakan motor balap Ducati. Rossi menilai apa yang dialami Lorenzo sekarang tak berbeda dengan yang ia rasakan dulu ketika di Ducati.
"Saya mengalami situasi yang sama di Ducati pada 2011 dan 2012. Saat itu saya kehilangan banyak feeling terhadap motor pada tes pertama di Valencia. Di atas segalanya, itu tentang feeling terhadap bagian depan. Bagi saya, motor ini (Ducati) selalu sulit untuk dikendarai. Anda tidak dapat menyesuaikannya dengan gaya mengemudi saya,” ujar Rossi, melansir dari Speedweek, Jumat (1/11/2019).
“Kami banyak bereksperimen dengan sasis aluminium baru, karena sebelumnya hanya Ducati yang memiliki karbon monocoque. Ada banyak yang harus dilakukan. Tetapi secara umum saya tidak pernah menemukan kepercayaan terhadap bagian depan. Itu adalah fase yang sangat sulit. Saya menjadi kuat lagi setelah kembali ke Yamaha," tukas Rossi.
(Fetra Hariandja)