PHILIP ISLAND – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mengaku sangat senang dengan keberhasilannya meraih podium di MotoGP musim 2019 seri Australia. Crutchlow juga mendedikasikan podium tersebut kepada dokter bedahnya yang telah membantu proses pemulihan cedera mengerikan pada tahun lalu.
Sebagaimana diketahui pada gelaran MotoGP Australia 2018, Crutchlow memang sempat mengalami kecelakaan parah. Bahkan insiden tersebut sempat membuat Crutchlow harus nonaktif dari kegiatan balap, bahkan latihan sepeda dan gym selama empat bulan.
Kondisi Crutchlow sendiri memang sudah membaik dalam beberapa bulan terakhir. Namun Crutchlow tidak menampik bahwa dirinya masih menyimpan trauma jika teringat apa yang menimpanya di sesi latihan yang berlangsung di Sirkuit Philip Island tersebut tahun lalu.
Baca Juga: Crutchlow Tidak Masalah Disalip Marquez dengan Agresif
Bahkan dalam balapan di MotoGP Australia 2019, Crutchlow berhasil meraih podium kedua. Crutchlow sendiri memang tampil menjanjikan sejak balapan MotoGP Australia 2019 dimulai. Start dari posisi kedua, Crutchlow sempat memimpin balapan pada lap keempat.
Akan tetapi posisi tersebut gagal dipertahankan Crutchlow beberapa lap berikutnya. Crutchlow pun bertahan di posisi ketiga di belakang Maverick Vinales serta Marc Marquez jelang balapan usai. Keberuntungan didapat Crutchlow ketika Vinales mengalami crash, yang mana hal itu otomatis membawanya naik posisi kedua hingga balapan usai.
Pembalap asal Inggris itu pun lantas mendedikasikan keberhasilannya meraih podium kedua di MotoGP Australia 2019 kepada dokter bedah yang telah menyelamatkan kariernya dari kecelakaan mengerikan tahun lalu.
“Sejatinya, dokter yang mengoperasi saya berada di sini (MotoGP Australia 2019) saat saya tampil, ia telah menyelamatkan karier saya. LCR Honda juga layak dapat podium ini,” ucap Crutchlow, seperti disadur dari Motorsport Total, Senin (28/10/2019).
Baca Juga: Finis Kedua, Crutchlow Senang Berhasil Usir Hantu Masa Lalu
“Kami mengetahui bahwa kami beruntung menyelesaikan balapan kali ini di posisi kedua, karena harusnya Maverick juga layak naik podium, tapi rasanya menyenangkan bisa naik podium dengan sahabat saya, Jack (Miller),” tuntas pembalap berusia 33 tahun tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)