LESMO – Manajer Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, sangat sedih melihat situasi yang dialami Jorge Lorenzo bersama Repsol Honda. Menurut pria berkebangsaan Inggris itu, mantan pembalapnya tersebut sedang mengalami problem psikologis akibat serangkaian kecelakaan.
Insiden memang tidak mau lepas dari Jorge Lorenzo dalam setahun terakhir sejak MotoGP Aragon 2018. Por Fuera terhitung mengalami cedera di kaki kangan, telapak tangan kanan, dan yang terbaru punggung akibat terjatuh di sesi latihan bebas MotoGP Belanda 2019.
Baca juga: Doohan Yakin Lorenzo Bakal Bangkit dari Keterpurukan
Selain membuat tubuh terluka, rangkaian kecelakaan tersebut tentu berpengaruh terhadap mental dan psikologi seorang pembalap. Hal itu dipahami betul oleh Lin Jarvis yang pernah bekerja sama dengan Jorge Lorenzo pada 2008-2016.
“Saya benar-benar terkejut. Jorge adalah juara dunia MotoGP tiga kali bersama kami dan saya tahu persis kemampuannya. Sangat sedih melihatnya dalam beberapa balapan terakhir, sangat jauh dari baris depan,” tutur Lin Jarvis, dilansir dari GPOne, Minggu (29/9/2019).
“Dia benar-benar dalam masalah, selain fisik karena cedera-cederanya, tetapi juga takut untuk terjatuh kembali. Dia takut setelah kecelakaan terakhir dan terlihat tidak nyaman dengan motornya. Sangat sulit melihatnya dalam situasi seperti ini. Tentu saja, dia belum kehilangan talentanya, tetapi hanya kepercayaan diri,” imbuh pria berusia 61 tahun tersebut.
Jorge Lorenzo sendiri mengakui dirinya masih perlu memperbaiki banyak kekurangan sekaligus mempercepat adaptasi dengan motor RC213V. Pembalap berusia 32 tahun itu sesumbar bakal mendapatkan hasil yang lebih baik pada seri-seri Asia, yakni empat balapan ke depan sepanjang Oktober 2019.
(Fetra Hariandja)