Susanto pun menampik apabila KPAI telah 'mematikan' pencarian bibit-bibit muda altet pebulutangkis lewat audisi umum. Menurutnya, KPAI justru mendorong semua pihak agar terus mendukung anak-anak Indonesia bisa mengembangkan bakat dan minat, termasuk di bidang olahraga bulutangkis.
"Prestasi anak Indonesia tentu akan berdampak positif bagi bangsa dan negara," tutup Susanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, PB Djarum dianggap oleh pihak KPAI dan juga Lentera Anak telah mengeksploitasi anak dalam setiap audisi. Hal itu juga dipicu lantaran anak-anak yang mengikuti audisi bulutangkis menggunakan seragam yang bertuliskan merk rokok.
KPAI dan Lentera Anak menilai ketika anak-anak dipakaikan baju yang bertuliskan merk rokok, maka dianggap sebagai salah satu bentuk mengiklankan merk rokok itu sendiri dengan menggunakan anak-anak yang mengikuti audisi bulutangkis sebagai alatnya.
(Rivan Nasri Rachman)