“Jadi tinggal diperhatiin lagi pola pukulannya, strategi mainnya di lapangan. Karena tadi beberapa kali Heo juga punya serangan yang mematikan dan defend-nya juga bagus. Cuma tadi kuncinya lebih tenang dan lebih sabar, sama penempatan bolanya lebih ditepatin,” jelas Jonatan.
“Game pertama Heo kelihatan agak nervous. Beberapa kali pukulan saya enggak kencang, tapi dia balikinnya nanggung. Jadi saya pikir dia agak tegang. Tapi di game kedua dia mau coba serang saya duluan. Beberapa kali di awal poin sempat keteteran juga tadi dengan kecepatan dia,” pungkasnya.
(Bagas Abdiel)