Jarvis mengatakan masalah muncul lantaran Yamaha mengabaikan perubahan komponen elektronik yang terjadi di kelas MotoGP. Akibatnya, mereka terlambat untuk melakukan adaptasi dan tertinggal dari tim-tim lainnya yang sudah berkembang pesat.
"Ketika Jorge (Lorenzo) pergi, kami tersesat. Tetapi, hal ini tidak terjadi karena kepergian Lorenzo. Kesulitan terbesar terjadi karena perkenalan komponen elektronik yang terintegrasi. Pada 2016, itu tidak buruk karena tim-tim lain lebih dahulu berubah. Tetapi, pada 2017, kami tertinggal dan belum bisa mengejar,” ujar Jarvis, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Kamis (8/8/2019).
"Dampak dari input ECU dan khususnya perangkat lunak yang satu lebih besar daripada yang disebabkan oleh kepergian Jorge. Kami meremehkan efek dari perubahan ini dan kami harus membayar harganya, itulah yang sangat mengejutkan kami,” tukasnya.
(Djanti Virantika)