TOKYO – Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, rela terbang ke Tokyo, Jepang, untuk mempercepat proses adaptasinya dengan tim tersebut. Ia mengungkapkan harapan agar teknisi Honda di Jepang mampu mengembangkan motor ‘Plan B’ sesuai idenya demi menuai hasil lebih baik.
Jorge Lorenzo memang masih kesulitan untuk beradaptasi dengan motor RC213V milik Honda sejak awal musim. Selain gangguan cedera, kuda besi tersebut diakui sendiri oleh Por Fuera tidak cocok dengan gaya balapnya.
Hasil-hasil yang diraih Lorenzo dalam enam balapan pertama jauh dari kata menggembirakan. Ia kesulitan untuk masuk 10 besar dan sekali gagal finis di MotoGP Amerika Serikat 2019. Situasi tersebut memaksanya untuk terbang ke Jepang guna berbicara langsung dengan teknisi-teknisi Honda.
(Baca juga: Lorenzo Diprediksi Akan Batalkan Kontrak dengan Honda pada Akhir Musim)
Jelang keberangkatannya pekan lalu, Jorge Lorenzo mengungkapkan harapannya, yakni agar teknisi Honda mau mempercayai dirinya soal ‘Plan B’. Pria berusia 32 tahun itu yakin jika ‘Plan B’ dieksekusi dengan baik oleh Honda, maka hasil-hasil negatif yang diraihnya akan berubah.
“Saya tidak ingin membuat kontroversi. Sangat jelas Marc Marquez mampu mengendarai motor itu dengan indah. Akan tetapi, Anda tentu melihat ada rencana cadangan (Plan B) untuk mengembangkan motor di area yang membuat saya kesulitan,” ujar Jorge Lorenzo, mengutip dari Tuttomotoriweb, Senin (10/6/2019).
“Saya pikir ini layak dilakukan oleh Honda dan jika dilakukan dengan benar pasti akan berbuah. Seratus persen hal itu akan bekerja untuk saya, tidak tahu yang lain, tetapi saya percaya mereka juga bisa. Ini adalah ide saya, dan menurut saya itu benar untuk mencoba melihat apa yang akan terjadi dengan Plan B,” papar juara dunia MotoGP tiga kali tersebut.
Salah satu aspek yang diyakini membuat Jorge Lorenzo kesulitan adalah posisi tempat duduk Honda. Masalah tersebut sempat menghampiri sang pembalap ketika hengkang ke Ducati pada 2017. Setelah 1,5 musim, problem posisi tempat duduk berhasil dipecahkan dan Lorenzo mulai menuai kemenangan untuk tim asal Bologna tersebut.
(Fetra Hariandja)