LESMO – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, gagal memanfaatkan peluang yang dimilikinya untuk bisa memenangi balapan MotoGP Amerika Serikat 2019 yang dilangsungkan di Sirkuit Austin. Kendati demikian, Rossi nyatanya tetap senang dengan balapan yang dilakoninya tersebut karena merasa strategi yang diterapkannya berjalan lancar.
Sejak awal balapan di Austin, Rossi sudah langsung membuntuti pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang berada di posisi terdepan. Rossi sebenarnya memiliki keinginan untuk menyalip Marquez. Akan tetapi, ia sadar kalau Marquez memiliki kecepatan yang luar biasa dan akan sulit baginya untuk menyalip.
(Baca juga: Meski Gagal Menangkan MotoGP Amerika 2019, Meregalli Puas dengan Performa Rossi)
Maka dari itu, Rossi pun berencana untuk terus membuntuti Marquez saja, tanpa memaksakan diri. Hingga akhirnya petaka datang menimpa Marquez, yang mana pembalap asal Spanyol itu terpeleset dan Rossi mengambil alih posisi terdepan. Sayangnya, Rossi tak bisa mempertahankan posisinya tersebut hingga garis finis karena kemudian ia disalip pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins.
“Saya tidak bisa menang (di Austin), namun hal positifnya adalah kami sudah tampil kuat dalam tiga seri balapan. Saya sudah kuat sejak awal, saya mencoba menyalip Marquez, namun saya tidak bisa mengikutinya. Marc memiliki sesuatu yang ekstra untuk ini, ia menjauh, namun mengikutinya itu bagus untuk saya dan menunjukkan bahwa strategi saya berjalan baik,” terang Rossi, menukil dari Tutto Motori Web, Minggu (21/4/2019).
“Di Austin itu adalah akhir pekan yang solid, saya merasa bagus sejak kami mulai sampai akhir, Marc sangat kuat, namun kesalahannya membuat persaingan meraih gelar juara menjadi terbuka. Saya merasa terlibat dalam perebutan gelar. Saya membuat beberapa kesalahan, saya bisa menang di Austin, namun Rins sangat bagus,” lanjut Rossi.
(Fetra Hariandja)