PPSSA sukses mengembangkan pencak silat di Afrika Selatan selama 10 tahun terakhir. Sedikitnya terdapat 26 pendekar dari berbagai kelompok umur yang berlatih seminggu dua kali. Selain pencak silat, anggota PPSSA juga wajib mempelajari Bahasa Indonesia sebagai pengantar setiap gerakan dan aba-aba.
Eksistensi Pencak Silat tidak lepas dari dukungan penuh masyarakat Kota Bosmont yang berkeinginan mengadopsi nilai-nilai luhur akar budaya mereka yaitu Indonesia. Selain sebagai seni yang mengagumkan, masyarakat juga merasakan manfaat lain yakni membangun nilai-nilai positif generasi muda.
(Fetra Hariandja)