“Sulit untuk memilih satu tentunya, jika saya harus mengatakan satu, maka itu adalah Michael. Itu karena ketika saya sampai di Formula 1, Michael mendominasi kometisi. Ketika Anda berada di go-kart dan Anda melihat Michael menang, Anda adalah kategori yang berbeda, Anda melihat Michael menang, dan akhirnya Anda menemukan diri Anda bertarung dengannya secara langsung,” jelas Alonso, mengutip dari Grandpx, Selasa (1/1/2018).
“Jadi, pertarungan itu benar-benar spesial, atau lebih emosional saat itu. Saya pikir kami memiliki dan mungkin sekarang memiliki generasi paling berbakat. Karena semua pengemudi sekarang mereka lebih siap,” lanjut Alonso.
(Fetra Hariandja)