“Ducati cukup pandai untuk memahami apa yang harus dicoba tim pabrik, dan apa yang harus diuji oleh tim satelit beserta pembalapnya. Jadi dalam situasi ini kami dapat menguji banyak hal. Kami punya banyak hal. Itu positif. Namun, kami tidak punya terlalu banyak juga, tetapi ada sesuatu untuk dipahami,” sambung pembalap bernomor motor empat itu.
Sekedar informasi, Dovizioso pada tes pascamusim MotoGP 2018 terakhir di Sirkuit Jerez, Kamis 29 November 2018, hanya mampu menghuni posisi kedelapan dengan catatan waktu 1 menit 38,292 detik. Meskipun meraih hasil kurang maksimal, tetapi itu bukan tanda bahwa Dovizioso akan melempem di musim depan. Pasalnya, dalam dua musim terakhir Dovizioso selalu jadi pesaing terkuat untuk memperebutkan gelar juara dunia MotoGP.
Dovizioso selama ini hanya kalah dari Marc Marquez (Repsol Honda) yang jadi juara dunia MotoGP dua kali beruntun. Pada musim depan pun persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP tampaknya masih akan terjadi antara Dovizioso dengan Marquez.
(Andika Pratama)