“Dua lap dari akhir saya membiarkannya (Marquez) berada di depan untuk bersantai sedikit. Saya tahu bahwa dalam pendakian di tikungan sembilan, motor saya memiliki keunggulan dibandingkan dengan dia, dan saya berpikir untuk menyerangnya di sana,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Senin (13/8/2018).
“Pada akhirnya, mungkin dia mengira saya lebih dekat dengannya dan dia mengerem berpikir bahwa saya harus menutup gas. Tetapi yang terjadi sebaliknya, saya berhasil kembali mendapat akselerasi. Pada titik itu saya mendorong motor dengan maksimal, menarik diri dengan kuat dan menjaga posisi saya,” tutup mantan pembalap Movistar Yamaha tersebut.
(Fetra Hariandja)