Diiringi pasukan pelindung obor, Maria berlari beberapa meter dan memberikan obor secara estafet kepada peraih medali emas Olimpiade 1992, Spanyol, Susy Susanti. Susy yang menjadi pelari terakhir menyulutkan api ke obor berukuran lebih besar di depan pintu Pura Luhur Poten di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Obor berukuran besar ini yang ditinggalkan di tempat sebagai penyemangat bagi masyarakat sekitar Gunung Bromo.
Susy pun merasa bangga menjadi bagian dari pembawa obor Asian Games 2018. Apalagi dia mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Gunung Bromo.
"Amanah membawa obor ini adalah kehormatan dan sebuah kebanggaan bagi saya. Ini pertama kali saya ke Bromo, pemandangannya indah dan jadi pengalaman berharga untuk saya," tutur Susy. Berikutnya, obor yang sudah dibawa ke Bromo akan diarak ke Kota Probolinggo, Jawa Timur, lalu selanjutnya diteruskan ke daerah-daerah lain sampai terakhir tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk dinyalakan di pembukaan Asian Games 2018, 18 Agustus 2018.
(Ramdani Bur)