Kejuaraan bertajuk West Java International Fencing Championship 2018 ini, diikuti sekitar 300 atlet yang berasal dari 42 klub Indonesia serta peserta dari empat negara Asia Pasifik yakni Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam dan Taiwan yang turun di nomor senjata floret, degen dan sable.
Untuk menggelar kejuaraan internasional ini sendiri, Asyanti mengatakan pihaknya mendapatkan bantuan pendanaan dari pihak di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, alih-alih mendapatkan sponsor utama.
BACA JUGA: Timnas Anggar Bakal Lakoni Pemusatan Latihan di Seoul
"Memang saya akui anggar tidak begitu populer dan akan sulit mendapat sponsor dan kita lebih banyak nekat. Namun ini harus dan saya yakin jika semua pengprov solid menggelar turnamen, bukan hanya sponsor yang datang, tapi juga lahir lagi atlet-atlet seperti legenda anggar Indonesia, Christina Marthina Timisela yang membanggakan," ucap Asyanti.
Secara umum, West Java International Fencing Championship 2018 akan mempertandingkan kelas umur di bawah usia 12 tahun (U12), di bawah usia 14 tahun (U14) dan kelompok senior/open. Sedangkan untuk kategori veteran kelompok umur 50-59 batal dipertandingkan karena keterbatasan waktu.
Keinginan Asyanti, kejuaraan West Java International Fencing Championship 2018 ini bisa digelar dalam waktu satu atau dua tahunan dan mendapatkan pengakuan dari Federasi Anggar Internasional (FIE).
(Ramdani Bur)