SANTIAGO DEL ESTERO – Seri kedua MotoGP 2018 telah selesai dihelat di Sirkuit Termas de Rio Hondo Argentina sejak Senin 9 April 2018. Dalam balapan tersebut, terjadi serangkaian drama yang tentunya tak akan mudah dilupakan oleh banyak orang. Namun demikian, pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, nyatanya ingin terlarut terlalu lama dalam kenangan di Argentina tersebut dan lebih memilih memandang ke depan.
Seperti diketahui, dalam balapan pada seri kedua tersebut terjadi berbagai drama, di mana yang paling menarik perhatian adalah perseteruan antara pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, dengan pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Ketika ditanyai tanggapan terkait perseteruan dua pembalap tersebut, Dovizioso justru enggan berkomentar panjang lebar.
(Baca juga: Dovizioso Senang Dijadikan Pembalap Andalan Ducati)
Lebih tepatnya, Dovizioso enggan untuk ikut serta dalam perselisihan yang terjadi antara Marquez dengan Rossi. Pembalap berjuluk The Little Dragon itu menyadari bahwa berkomentar yang macam-macam justru akan semakin memperkeruh suasana. Ia pun menilai kalau saat ini baik Rossi dan Marquez telah memiliki masalahnya sendiri, sehingga tak perlu ditambah lagi.
Ketimbang membicarakan perihal Rossi dan Marquez, Dovizioso lebih memilih untuk menatap balapan seri ketiga MotoGP 2018 yang bakal dihelat di Sirkuit Austin, Amerika Serikat. Menurutnya, Sirkuit Austin merupakan salah satu yang sulit ditaklukkan oleh Ducati. Maka dari itu, ia penasaran hasil seperti apa yang akan diperolehnya pada balapan di Austin nanti.
“Ini tidak mudah untuk menangani situasinya (konflik Marquez-Rossi), tapi saya tidak ingin masuk ke dalam situasinya. Saya pikir mereka telah memiliki masalah mereka. Kami harus berpikir positif dan kami harus menatap Austin – lintasan sulit yang lainnya bagi kami – apa yang bisa kami peroleh dari sana,” ujar Dovizioso, menyadur dari laman resmi MotoGP, Rabu (11/4/2018).
Lebih lanjut, Dovizioso pun menerangkan bahwa Austin merupakan sirkuit yang berbeda dan sangat sulit untuk ditaklukkan. Pembalap 32 tahun itu tentunya berkaca dari balapan yang dilakoninya musim lalu di Austin, yang mana dirinya hanya mampu finis di posisi keenam.
“Austin benar-benar lintasan yang berbeda dan sangat sulit. Kami harus melihat kondisinya karena tahun lalu terdapat banyak tonjolan (di aspalnya) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya lagi. Begitu juga bannya, karena itu sangat berpengaruh pada balapan di akhir pekan,” tandas Dovizioso.
(Fetra Hariandja)