Saat itu, tujuh kemenangan beruntun Rossi dicetak di GP Spanyol, Prancis, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris dan Jerman. Melihat catatan itu, bisa dibilang Rossi tak kesulitan beradaptasi dengan perubahan regulasi mesin yang diterapkan.
BACA JUGA: Rossi Sayangkan Keputusan Folger Mundur dari MotoGP 2018
Bahkan di MotoGP 2003, penampilan Rossi jauh lebih matang. Ia selalu naik podium dari 16 race yang dilewati. Alhasil, pembalap berpaspor Italia itu kembali keluar sebagai juara dunia setelah mengoleksi 357 angka.
Pesaing utama Rossi saat itu ialah Sete Gibernau. Pembalap berpaspor Spanyol itu finis di posisi dua dengan raihan 277 poin.
(Ramdani Bur)