Diketahui, faktor utama pemotongan tersebut adalah terkait potensi atlet yang tergabung dalam pelatnas suatu cabang olahraga apakah ia termasuk atlet yang berpeluang besar mendulang emas atau tidak
Ketua Tim Verifikasi Kemenpora Adhi Purnomo menjelaskan ada beberapa cabang olahraga yang memang tidak cocok dengan pemotongan kuota atlet yang diajukan, salah satunya adalah bridge yang dipotong menjadi 12 atlet dari 32 atlet.
"Bridge mengajukan ingin memberi 'try out' dan 'training camp' untuk atlet diluar non-unggulan. Seharusnya kan yang berpotensi emas saja, dan jika nanti non-unggulan juara akan diganti juga," ujar Adhi Selasa (2/1).
Bridge, kata Adhi, mengancam tidak bermain sesuai target Asian Games. Dia sendiri menegaskan hal ini akan dibahas kembali dengan jajaran Deputi IV Kemenpora.
Adapun alasan Kemenpora tidak bisa memenuhi nominal yang diajukan oleh pengurus cabor, antara lain karena memang anggaran yang ada hanya sekitar Rp600 miliar.