Ini Kata Bos Suzuki Terkait Kegagalan di MotoGP 2017

, Jurnalis
Minggu 31 Desember 2017 04:17 WIB
Tim Suzuki Ecstar (Foto: Facebook Suzuki Ecstar)
Share :

HAMAMATSU – MotoGP 2017 merupakan mimpi buruk bagi tim Suzuki Ecstar. Dasarnya, pada 2016 tim yang sempat dibela Maverick Vinales dan Aleix Espargaro itu, berada di peringkat empat klasemen konstruktor.

Bos Suzuki Ecstar, Davide Brivio, mengakui kalau kegagalan timnya akibat terlalu berekspektasi tinggi. Bagaimana tidak, duet Iannone dan Rins gagal finis di lima besar seperti yang dilakukan Vinales. Pembalap asal Spanyol itu sukses meraih angka tertinggi dengan 202 poin dan berada di urutan keempat.

Sebelumnya, Brivio beralasan kalau pihaknya melihat hasil dari uji coba yang dilakukan Iannone pada November 2016. Rider berpaspor Italia itu berhasil memacu GSX-RR dengan baik, sementara tandemnya, Alex Rins, mengalami nasib sial dengan mengalami cedera di awal kiprahnya.

“Awalnya kami terlalu berekspektasi banyak pada 2017 karena melewati uji coba November 2016 bersama Iannone. Hasilnya begitu positif, ia begitu cepat menggunakan GSX-RR. Sayangnya dewi fortuna tak mengarah ke Alex Rins, ia mengalami cedera kala itu,” ujar Brivio mengutip dari Racing Magazine, Minggu (31/12/2017).

Baca Juga: Legenda Tim Suzuki Kembali Cibir Performa Iannone di MotoGP 2017

Suzuki mengakhiri musim 2017 dengan berada di posisi empat konstruktor dengan raihan 100 poin. Berbeda pada 2016, mereka mengumpulkan 208 angka. Selisih 108 angka begitu kentara, terlebih saat mengaspal di seri Eropa.

Sebagai contoh, Iannone hanya bisa finis di urutan kesembilan saat di GP Belanda. Sisanya di GP Republik Ceko, Austria, dan Aragon, tercecer di luar 10 besar. Belum lagi hasil yang didapatkan Rins. Dia harus kehilangan lima race akibat cedera.

Kendati demikian, Suzuki mampu menunjukkan tajinya di seri terakhir. Iannone dan Rins mengalami perbaikan motor, hasilnya mereka mampu menyentuh garis finis dengan berada di 10 besar. Terbukti saat mengaspal di GP Jepang, keduanya mengakhiri balapan di lima besar.

“Bagian terburuk kami musim lalu saat mengikuti race di Eropa, itu jauh dari ekspektasi. Kami menemui banyak masalah teknis, tapi perlahan kami mampu menemukan solusinya. Tim dari Jepang begitu bekerja keras, hingga pada akhirnya kami bias melaluinya dengan baik di akhir musim,” tambahnya.

Sekadar informasi, Iannone mengakhiri MotoGP 2017 dengan berada di posisi ke-13 dengan raihan 70 poin. Sementara juniornya, Rins mengakhiri musim perdananya dengan 59 poin dan berada di urutan 16.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya