AALST – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentio Rossi, membuat keputusan berani saat memilih mentas di Sirkuit Aragon, Spanyol, pada Minggu 24 September 2017. Di seri ke-14 itu, Rossi menyelesaikan balapan di posisi lima.
Padahal sebelumnya, Rossi mengalami patah tulang fibula dan tibia pada kaki kanannya usai balapan enduro dengan motocross. Alhasil, pembalap berjuluk The Doctor itu absen di Grand Prix (GP) San Marino. Ia pun menjalani operasi dan pemulihan selama dua pekan.
Baca juga: Sempat Absen di San Marino karena Cedera, Valentino Rossi: Saya Akan Kurangi Latihan Motocross
Meski demikian, Rossi tetap memberikan perlawanan saat bertarung di Aragon. Sebenarnya, pembalap berusia 38 tahun itu memulai balapan dari posisi tiga, tetapi ia harus mengakui keunggulan rekan setimnya, Maverick Vinales yang finis di urutan empat.
Sementara pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, keluar sebagai yang tercepat di Sirkuit Aragon. Marquez unggul 0.879 detik dari rekan setimnya, Dani Pedrosa di posisi dua dan podium tiga dihuni pembalap Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo.
Meski begitu, Marquez justru mengaku tidak akan mengikuti balapan di Aragon jika menjadi Rossi. Ia pun sempat terkejut dengan keputusan Rossi yang memilih tampil di lintasan sepanjang 5.1 km itu.
Baca juga: Rossi Sering Kecelakaan Motocross, Lin Jarvis: Mereka Tidak Bisa Selalu Latihan dengan Motor MotoGP
“Tentu sangat mengejutkan saat Rossi bisa cepat pulih. Saya sempat tidak mempercayai hal itu. Dalam benak saya melihat kemauan dia mentas di Aragon, saya tidak akan memilih balapan ketika dalam kondisi cedera,” ungkap Marquez, seperti dilansir Marca, Kamis (5/10/2017).
“Semua itu hampir tidak mungkin untuk mengetahui apa yang akan terjadi dalam sebuah balapan, sulit membuat prediksi (juara dunia). Anda harus melihat semuanya sebagai pesaing. Tak ada lagi rahasia, kuncinya harus lebih cepat di lintasan dan semua itu bergantung pada kemampuan diri sendiri untuk memberikan 100%,” pungkasnya.
(Fetra Hariandja)