SPIELBERG – Rider gaek Movistar Yamaha, Valentino Rossi, tampil melempem di MotoGP Australia akhir pekan lalu. The Doctor pun mengungkapkan penyebab ia hanya bisa finis ketujuh di Sirkuit Red Bull Ring.
Menurut Rossi, ketidakmampuan motor YZR-M1 menjaga kondisi dan performa ban belakang kembali merupakan penyebab utama mengapa ia dan tandemnya di Tim Garpu Tala, Maverick Vinales, urung tampil impresif. Vinales juga gagal meraih podium, di mana ia hanya bisa finis keenam.
Duo rider Movistar Yamaha memakai ban keras di Red Bull Ring. Mereka dipecundangi duet Ducati Corse, Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo, serta rider Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco. Dovi keluar sebagai juara, sementara Lorenzo finis keempat dan Zarco kelima. Duo Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa finis kedua-ketiga di Austria.
“Balapan yang sulit bagi saya, Mack (Vinales) dan tim. Kami tak menyesal soal pilihan setup dan ban, karena pada lap pertama saya tampil kuat. Bagi saya, ban belakang keras adalah opsi tepat. Tapi usai 12 lap, ban justru drop hingga saya harus melambat. Motor kami jadi sulit dikendalikan dan saya juga melakukan kesalahan saat mengerem. Bagaimanapun, saya lamban,” keluh Rossi sebagaimana dimuat RACER.
“Kami begitu tertinggal. Masalah ini sudah sering terjadi musim ini. Kami harus memperbaikinya, terus bekerja agar lebih kuat di seri-seri berikutnya,” jelasnya.
“Jujur saja, tadinya saya cukup optimis meraih podium karena Jorge dan Dovi memakai ban belakang lunak, sementara saya dan Mack pakai ban keras. Saya berada di belakang Johann yang pakai ban lunak juga, jadi saya pikir kami bisa podium,” tukas The Doctor.
(Rully Fauzi)